balada kapten kapal vs kelasi Januari 1, 2012
Posted by witart in paradigma.Tags: kapten kapal, kelasi, mercusuar
trackback
| Sebuah kapal sedang berlayar dalam malam yang gelap. Kapten tersebut tiba-tiba memperhatikan sebuah sinar terang langsung di depan, dan tahu kapalnya ada dalam jalur tabrakan dengan sumber sinar itu. Ia bergegas ke radio dan mengirimkan pesan darurat, menuntut sumber sinar tersebut mengubah jalurnya sepuluh derajat ke timur. |
| Beberapa detik kemudian, ia menerima pesan jawaban : “Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur Anda sepuluh derajat ke barat.” |
| Kapten itu menjadi marah. Ia mengirimkan pesan lainnya. “Aku adalah seorang kapten angkatan laut. Aku menuntutmu mengubah jalurmu.” |
| Ia menerima pesan kembali beberapa detik kemudian. Pesan itu berbunyi, “Aku adalah kelasi kelas dua. Tidak dapat melakukannya. Ubahlah jalur Anda.” |
| Kapten itu sekarang sangat marah. Ia mengirimkan sebuah pesan terakhir. Bunyinya, “Aku menakhodai sebuah kapal perang, dan aku tidak mau mengubah jalurku!” |
| Ia mendapat pesan pendek sebagai jawaban. Bunyinya, “Aku penjaga sebuah mercusuar. Itu pilihan Anda, pak.” |
Komentar»
No comments yet — be the first.